Ikuti Jejak Australia, Selandia Baru Larang Huawei Bangun Jaringan 5G

AUCKLAND, NEW ZEALAND – DECEMBER 11: The Spark Head Office on Victoria Street is pictured on December 11, 2014 in Auckland, New Zealand. Spark New Zealand is one of New Zealand’s largest companies and is a communications service provider to New Zealand businesses. (Photo by Phil Walter/Getty Images)

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah Selandia Baru menolak tawaran operator Spark untuk menyebarkan infrastruktur milik Huawei dalam jaringan 5G, dengan alasan risiko keamanan nasional yang signifikan.

Keputusan itu berarti Spark tidak dapat mengimplementasikan proposal untuk menggunakan RAN kit Huawei di jaringan generasi berikutnya.

Undang-undang Kemampuan dan Keamanan Interpretasi Telekomunikasi Negara mengharuskan operator untuk memberi tahu Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah (GCSB) tentang pendekatan terencana mereka dalam penyebaran jaringan berbasis teknologi 5G.

Dalam sebuah pernyataan, Spark mengatakan bahwa pihaknya belum meninjau alasan di balik keputusan tersebut, tetapi akan mempertimbangkan langkah selanjutnya setelah penilaian dilakukan.

BACA JUGA:

Review Huawei P20 Pro: Nggak Perlu Jago Motret Bikin Foto Kece

“Meskipun kami kecewa dengan keputusan ini, kami yakin keputusan itu tidak akan memengaruhi rencana untuk meluncurkan layanan 5G pada 1 Juli 2020, tergantung pada spektrum yang diperlukan yang disediakan oleh pemerintah Selandia Baru”, ujar pernyataan resmi Spark.

Spark pada minggu lalu memulai hitungan mundur ke peluncuran 5G dengan membuka apa yang dikatakannya sebagai laboratorium uji 5G interaktif pertama di negara Kiwi itu.

Direktur Jenderal GCSB Andrew Hampton mencatat, bahwa karena ada proses peraturan yang sedang berlangsung, dia tidak dapat berkomentar lebih lanjut.

BACA JUGA:

Huawei Mate 20 Series Dukung Fast Charging 40W

Sebagai respon dari keputusan tersebut, Huawei mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari situasi. Sebagaimana dicatat oleh GCSB, ini adalah proses yang berkelanjutan.

“Kami akan secara aktif menangani masalah apa pun dan bekerja sama untuk menemukan jalan ke depan”, demikian pernyataan Huawei.

Seperti halnya Australia, keputusan Selandia Baru adalah pukulan terbaru bagi upaya Huawei untuk menjual peralatan 5G di pasar negara maju.

Keputusan drastis yang diambil Selandia Baru, tak lepas dari manuver AS. Negeri Paman Sam itu kini menargetkan negara-negara sekutu lainnya, untuk mengambil kebijakan yang sama.

BACA JUGA:

Didukung Fitur AIS Super Night Shooting, Kemampuan Fotografi Huawei Nova 3i Lebih Optimal

Diketahui, para politisi AS bulan lalu menekan pemerintah Kanada untuk menerapkan larangan terhadap vendor China. Pemerintah Jerman juga sedang mempertimbangkan mengikuti AS dan Australia dengan memblokir perusahaan-perusahaan berbasis China dari penyebaran jaringan 5G.

Meningkatnya tekanan terhadap vendor telekomunikasi asal China, seperti Huawei dan ZTE, membuat Kementerian Luar Negeri China bereaksi keras. Pekan lalu, kementerian tersebut menyerukan lingkungan komersial yang adil bagi perusahaan-perusahaannya yang beroperasi di luar negeri.