Sering Bermasalah, Ponsel Xiaomi “Jelek”

Jakarta, Selular.ID – Smartphone Xiaomi kembali dirundung masalah. Pekan lalu, Xiaomi MI A1 meledak di China.

MI A1 meledak saat di-charge oleh penggunanya dan ditinggal tidur. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab pasti meledaknya MI A1.

Xiaomi MI A1 meledak di China

Kini giliran saudaranya MI A2 yang baru diluncurkan September lalu yang mengalami masalah. Dikutip dari berbagai sumber, pengguna MI A2 di China mengeluhkan bahwa ponsel dia mengkonsumsi daya yang berlebih.

Penyebab daya baterai tersebut terkuras belum diketahui pasti. Sejumlah pengguna MI A2 menduga bahwa ponsel mereka mengalami bug yang mempengaruhi sensor sidik jari.

BACA JUGA:  Kamera Bermasalah, Pedagang Prediksi Pocophone Akan Kalah Saing

Inilah yang diduga menjadi penyebab terkuras nya daya baterai MI A2. Hingga berita ini diturunkan pihak Xiaomi belum memberikan penjelasan terkait kasus tersebut.

Bug juga terjadi di sub brand Xiaomi, Pocophone F1. Baru saja diluncurkan di Indonesia bulan September lalu Pocophone F1 mengalami masalah.

Pocophone F1 di Indonesia mengalami bug pada kamera sehingga tidak bisa diakses pada bulan September lalu. Pengguna Pocophone di Indonesia yang mengalaminya jelas merasa kecewa. Namun masalahnya sudah diselesaikan oleh pihak Xiaomi dengan penggantian unit.

BACA JUGA:  Tantang Xiaomi, Realme Siap Ramaikan Ranah Smartphone di Indonesia

Di bulan yang sama, produk Xiaomi selanjutnya yakni Redmi 5A juga meleleh di Indonesia. Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab dari meleleh-nya Xiaomi Redmi 5A tersebut. Pihak Xiaomi Indonesia masih melakukan penyelidikan terkait masalah tersebut.

Xiaomi Redmi 5A Meleleh

Masih di Indonesia, Xiaomi Redmi Note 5 juga meledak di bulan Juli lalu. Penyebab nya pun belum diketahui hingga kini.

BACA JUGA:  Q2-2018 : Berkat Pasar BM Xiaomi Sukses Sodok Posisi Dua

Xiaomi Redmi Note 5 meledak di Indonesia

Dari serangkaian permasalahan yang terjadi di produk Xiaomi tentunya menuai kekecewaan dari para penggunanya. Seharusnya, sebelum dipasarkan semua produk Xiaomi dipastikan lulus uji kelayakan. Agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang.

Jika hal ini terjadi terus-menerus pengguna Xiaomi di seluruh belahan dunia pun merasa sangat kecewa. Bisa saja mereka berasumsi bahwa produk Xiaomi tidak layak digunakan atau “jelek”. Parahnya lagi, para pengguna akan meninggalkan Xiaomi.