Kosmetik Ilegal Senilai Rp 100 Miliar Disita, BPOM: Jangan Asal Murah

JawaPos.com – Kaum hawa diminta untuk lebih selektif lagi dalam memilih jenis kosmetik berdasarkan kandungannya. Pasalnya peredaran kosmetik ilegal selama ini semakin banyak serta sulit dibedakan mana yang asli dan palsu. Harga murah yang ditawarkan membuat masyarakat tergiur dengan tampil cantik.

Dalam ajang pameran terbesar di industri kecantikan bertajuk Cosmobeaute Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) menjadi momentum bagi perempuan untuk lebuh selektif dalam memilih kosmetik yang aman. Jangan sampai membeli kosmetik palsu, ilegal, belum terdaftar di BPOM, apalagi sampai mengandung bahan-bahan berbahaya.

Baru-baru ini dalam kurun waktu enam bulan terakhir BPOM menyita kosmetik ilegal senilai Rp 100,6 miliar di sebuah gudang di kawasan Balaraja, Serang, Banten. Kosmetik tersebut belum terdaftar di BPOM. Diduga kuat kosmetik tersebut mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan karsinogenik.

“Ratusan miliar nilai kosmetik ilegal yang kami sita enam bulan terakhir. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk lebih memilih kosmetik berkualitas. Sebab memang sebuah produk kecantikan sedang laris saat ini, jadi untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri,” kata Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM Arustiyono dalam pembukaan Pameran Cosmobeaute Indonesia 2018, Kamis (11/10).

Kosmetik yang disita tersebut paling banyak berupa sabun mandi batangan. Ada pula krim wajah atau foundation serta lipstik. Beruntung kosmetik tersebut belum diedarkan.

“Namun jika ada yang sudah terlanjur diedarkan oleh produsen lainnya kami sudah kerja sama dengan BPOM di wilayah di Indonesia untuk segera menelusuri dan menyita,” tukasnya.

Cosmobeaute Indonesia 2018 adalah bagian dari rangkaian pameran kecantikan Cosmobeaute yang telah menjadi satu-satunya platform bagi para pelaku industri kecantikan di kawasan Asia Tenggara antara lain di Malaysia, Indonesia, dan Vietnam. Di pameran yang digelar untuk ke-13 kalinya ini Cosmobeauté akan menampilkan 328 peserta pameran dari 14 negara, dengan paviliun negara dari Cina, Jepang, Korea, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Polandia.

Lebih dari 29 kategori produk kecantikan akan dipamerkan selama 3 hari pameran. Dari rambut sampai kuku, kemasan yang sederhana hingga peralatan kecantikan yang canggih, para pengunjung dapat menemukan banyak produk baru untuk mendukung bisnis mereka. Pameran ini akan menjadi pameran yang mengesankan karena berbagai produk dan layanan ditampilkan langsung oleh para ahlinya.

“Cosmobeauté melanjutkan komitmennya menjadi platform sourcingyang paling handal bagi para pelaku industri kecantikan untuk mengeksplorasi bisnis dalam spektrum industri estetika, perawatan kecantikan, kosmetika, perawatan rambut, perawatan kuku, dan spa. Tahun ini, kami mengalami pertumbuhan dengan bertambahnya peserta pameran, dan melakukan peningkatan dengan lebih mendekatkan para peserta pameran dengan para pengunjung,” tutup Direktur PT. Pamerindo Indonesia sebagai penyelenggara acara, Juanita Soerakoesomah.

(ika/JPC)