HIJUP Ikut Kembangkan Ekosistem Halal Value Chain Berbasis Digital

JawaPos.com – Perkembangan industri fashion muslim di Indonesia, dalam lima tahun terakhir, telah tumbuh secara signifikan dan sudah diakui secara internasional. Melalui perkembangan ini sejalan juga dengan wujud nyata penerapan gaya hidup halal di Indonesia.

Gaya hidup halal ini dapat mendorong perekonomian syariah untuk bisa berperan dalam perekonomian regional maupun nasional. Dari sinilah sebuah e-commerce fashion muslim pertama di dunia, HIJUP, menerapkan potensi perekonomian syariah tersebut.

HIJUP baru saja menandatangani kesepakatan bersama pembentukan task force implementasi halal value chain berbasis digital bersama Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) yang diinisiasi dan difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI).

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari pre-event Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF): The Indonesia International Halal Lifestyle Conference and Business Forum 2018: Halal Lifestyle Goes Global: Trend, Technology, & Hospitality Industry. Bersamaan dengan hal ini, HIJUP berkomitmen untuk mendukung pemanfaatan potensi industri syariah Indonesia.

“Sebagai katalisator dan roda penggerak pertumbuhan industri fashion muslim, HIJUP mendukung inisiasi BI mengembangkan ekosistem halal value chain berbasis digital dan berkomitmen untuk memperkuat perekonomian syariah Indonesia melalui sektor fashion muslim. Komitmen kerja sama ini sejalan pula dengan latar belakang berdirinya HIJUP, kami hadir untuk menjadi pemain di pasar muslim, tidak hanya sebagai pasar yang konsumtif,” ujar Diajeng Lestari (Chief Executive Officer HIJUP), Jumat (5/10).

Data Global Islamic Economic Report 2017 – 2018 menunjukkan skor indikator ekonomi syariah dan data Indonesia berada pada urutan ke-11, padahal Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Inisiasi komitmen ini merupakan titik awal untuk membangun ekosistem halal value chain untuk pertumbuhan ekonomi syariah di masa depan.

Anwar Bashori (Director of Islamic Economic & Finance Department Bank Indonesia) menyampaikan, “Pengembangan ekosistem halal value chain dengan menerapkan global connectivity ini bertujuan agar ekonomi syariah di Indonesia tumbuh dan menjadi pemain. Kami memberikan sarana berkolaborasi ekosistem lokal halal value chain dengan menerapkan penguatan model bisnis berbasis ekonomi digital antara e-commerce dengan teknologi finansial (tekfin) syariah,” ujar Anwar Bashori, Jumat (5/10).

Program business matching HIJUP dengan tekfin syariah ini akan mengembangkan kolaborasi produksi dengan para tenant HIJUP menggunakan sistem syariah murabaha. Pola pembiayaan ini menggunakan sistem dengan pembelian modal aset produksi. Melalui adanya kerja sama ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi sepuluh besar negara pengekspor busana muslim dan industri fashion muslim ini dapat terus menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi syariah dan dapat membentuk ekosistem perekonomian syariah di Indonesia.

(Inr/JPC)