Berkaca dari Kasus Ratna Sarumpaet, Tompi Jelaskan Memar Usai Operasi

JawaPos.com – Viralnya wajah memar Ratna Sarumpaet memang membuat heboh jagat maya. Banyak yang mempertanyakan kebenaran wajah memar Ratna akibat pengeroyokan. Termasuk penyanyi Tompi, yang juga diketahui sebagai dokter bedah plastik.

Setelah cuitannya lewat Twitter @dr_tompi, Selasa (2/10), yang menduga kalau lebam atau memar Ratna memang karena tindakan bedah, kini Tompi pun menjelaskan maksud dari cuitannya tersebut. Tompi mengeluarkan pendapatnya bukan tanpa pemikiran matang.

Sebagai dokter yang terbiasa melihat dan menangani bedah plastik, ia tentu mengetahui kondisi wajah usai operasi. Ia menuturkan wajah lebam karena pengeroyokan dan operasi memang beda tipis. Namun pada umumnya tonjokan dengan satu sisi saja, misalnya pipi kanan maka bagian itu saja yang akan bereaksi memar.

ratna sarumpaet, wajah memar ratna sarumpaet, operasi plastik, tompi, ratna sarumpaet dianiaya,Tanggapan Tompi di Twitter ketika dibilang dokter produk ‘revolusi mental’ oleh Fadli Zon. (Twitter.)

Sehingga memar pada bagian wajah semuanya tidak sama. Sedangkan jika memar karena operasi secara general, misal operasi hidung dengan disayat salah satu sisi, maka efek memar akan terjadi simetrikal. Bahkan memberikan efek bengkak secara keseluruhan wajah.

“Operasi apapun pasti akan meninggalkan memar atau bengkak, jadi memar tersebut memang sebuah proses, yang nantinya akan hilang,” ujar Tompi, saat ditemui di Beyoutiful Aesthetic Clinic, Jakarta Selatan, Rabu (3/10),

Hari pertama akan memberikan efek bengkak yang biasa, hari kedua efek bengkak semakin terlihat, hari ketiga efek paling bengkak semakin terlihat. Bengkak tersebut akan mulai menurun pada hari keempat dan kelima.

“Sehingga wajah pasien akan mulai normal kembali pada waktu 3-4 minggu. Hal ini berlaku untuk operasi bedah plastik wajah apa saja seperti operasi dagu, mata, pipi,” lanjutnya.

Efek bengkak ini dikarenakan adanya darah yang mengendap di balik kulit dan terjasi selama proses penyembuhan. “Biasanya setelah tiga hari operasi saya sering menanyakan kondisi dengan pasien saya, ia (pasiennya) terkadang ngejokes kalau wajahnya kok kayak abis dipukulin dok,” ujar Tompi sambil tertawa.

Ada juga yang beranggapan bahwa wajah memar Ratna Sarumpaet dikarenakan akibat operasi bedah plastik yang gagal. Terkait itu, Tompi mengatakan bahwa operasi bisa diketahui gagal ketika dilihat dari hasil akhirnya. Tidak bisa dilihat dari memarnya.

Untuk itu, belajar dari kasus Ratna Sarumpaet, terlepas dari benar atau tidaknya melakukan operasi, ia meminta netizen tidak menelan bulat-bulat informasi.

Sebelumnya, viralnya foto Ratna Sarumpaet bahkan sempat membuat Tompi berselisih paham dengan Fadli Zon. Namun Tompi memaklumi hal tersebut.

“Menghujat karena tidak paham itu wajar, sudah saya balas kok (cuitan Fadli Zon), kita tunggu aja beliau berani nggak,” kata Tompi melalui pesan singkat pada JawaPos.com, Rabu (3/10).

Namun, dalam kesempatan terpisah, Rabu (3/10), Ratna Sarumpaet telah mengakui kalau wajar lebam atau memar pada wajahnya bukanlah karena penyeroyokan atau penganiayaan. Tapi efek dari sedot lemak di pipi kirinya di Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika, yang ditangani langsung oleh dr. Sidik Setiamihardja.

(Inr/JPC)