Kemenpora Harapkan Suporter Sepak Bola Bersatu dalam Sebuah Komunitas

Jawapos.com – Kejadian tewasnya suporter klub-klub di Indonesia memang sudah terlalu sering terjadi. Kendati demikian bukan berarti Kemenpora tidak pernah melakukan langkah preventif untuk mencegahnya.

Kemenpora pun pernah mencoba melakukan pendekatan kepada para suporter klub sepak bola Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan pertemuan antarsuporter.

“Kami masih ingat di tahun lalu, tepatnya awal Agustus, mengadakan jumpa antarsuporter Indonesia. Jadi hampir seluruh suporter hadir. Sayangnya saat itu pemimpin Bobotoh, Jakmania, Viking, dan Bonek tidak hadir. Tapi saya yakin mereka tetap menghormati pertemuan itu,” ucap Gatot S Dewabroto selaku Sesmenpora, Senin (24/9) di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Gatot menambahkan, saat itu terdapat beberapa hal yang dibicarakan. Salah satunya peran klub dan PSSI terkait posisi suporter.

“Saya ingat waktu itu pak menteri bilang klub dan federasi harus saling bersatu. Dalam artian jangan ketika butuh saja, suporter dimobilisasi. Kalau tidak butuh langsung dilepas,” ujarnya.

Dengan adanya hubungan keterikatan tersebut, maka suporter dapat tetap terawasi oleh federasi. Tidak bebas dan cenderung menjadi liar. Jika dibiarkan justru akan memicu terjadinya konflik sesama suporter.

Dalam acara tersebut Gatot juga menuturkan harus adanya komunitas yang menaungi para suporter. Bukan sekadar komunitas biasa, tetapi yang bisa mengatur hak dan kewajiban anggotanya.

“Ini bentuk langkah kongkrit yang dilakukan Kemenpora. Harus ada aksinya. Kalau nggak pemerintah hanya dianggap macan ompong saja,” tutupnya.

(mat/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.