Gaet Milenials, Bisnis Kuliner Harus Miliki Sisi Unik dan Kreatif

JawaPos.com – Gaya hidup kaum urban saat ini lebih senang jalan-jalan atau traveling. Bukan hanya mengunjungi tempat wisata, tapi berburu kuliner seakan menjadi agenda wajib ketika traveling. Terlebih untuk kebutuhan ‘makan’ feeds media sosial, menyantap menu kuliner yang unik adalah keharusan.

Melihat gaya hidup seperti ini, tentu para pelaku usaha kuliner didorong untuk lebih kreatif. Dalam ajang KREATIFOOD yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di 10 kota, mengajak para startup pelaku kuliner untuk ikut unjuk gigi dengan produk yang unik dan kreatif. 

“Seperti ada pelaku kuliner yang jualan nasi goreng. Nasi goreng itu banyak sekali ya, tetapi kami mencari sisi uniknya. Ternyata nasi gorengnya di dalam kebab. Itu unik dan beda,” ungkap Deputi Pemasaran Bekraf, Fahmi Akmal.

Para pesertanya, kata dia, rata-rata didominasi oleh milenial dan emak-emak. Sehingga jika untuk bertahan di usaha kuliner, menurutnya para pelakunya tak hanya kreatif tetapi juga harus unik.

“Kalau hanya bilang makanan saya paling enak itu gampang. Tetapi harus menjadi yang berbeda, enak saja enggak cukup karena jualan makanan ya wajib enak,” jelasnya.

Ketua Perkumpulan Food Startup Indonesia, Yustinus Agung menjelaskan sedikitnya ada 250 pelaku kuliner yang lolos tahap kurasi. Tentunya mereka semua punya keunikan tersendiri. Tak ada satu makanan khusus yang menjadi highlight, akan tetapi semua bebas menghidangkan aneka makanan dari mulai camilan hingga makanan berat.

“Kami tak membatasi harus makanan ini dan itu yang penting harus bisa dimakan dan kreatif serta unik. Sebab jika ingin bertahan di bisnis kuliner saat ini butuh keunikan. Seperti yang dilakukan para pelaku kuliner di Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta,” tegas Agung.

KREATIFOOD adalah acara yang digelar Bekraf untuk meningkatkan subsektor kuliner. Kreatifood menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran produk serta meningkatkan kemungkinan atas terjadinya investasi dari akses permodalan non perbankan.
KREATIFOOD 2018 yang telah diselenggarakan di Surabaya, Medan, Palembang, dan Yogyakarta telah berhasil mempertemukan antara reseller/distributor dengan para anggota FoodStartup Indonesia.

Hampir seluruh peserta Kreatifood 2018 di Surabaya, Medan, Palembang, dan Yogyakarta telah berhasil memperluas pasarnya di wilayah Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, dan sekitarnya. Selama penyelenggaraan KREATIFOOD 2018, telah diperoleh transaksi penjualan dengan nilai lebih dari Rp550 juta.

Tahun ini ada 10 kota yang dijadikan lokasi pagelaran Kreatifood 2018. Jakarta sebagai kota ke-5 diharapkan akan memberikan warna berbeda dari Kreatifood yang telah dilaksanakan di Surabaya, Medan, Palembang dan Yogyakarta. Kreatifood di Jakarta akan diadakan di Gandaria City Mall Jakarta mulai dari tanggal 21-23 September 2018 dengan diikuti lebih dari 50 brand peserta terpilih dari peserta FoodStartup Indonesia 2017 dan 2018. Kegiatan Kreatifood akan berlanjut ke 5 kota Indonesia lainnya yaitu : Bandung, Malang, Samarinda, Makassar, dan terakhir Denpasar.

(ika/JPC)