Pengguna Smartphone di Indonesia Siap Beralih ke 5G

Jakarta, Selular.ID – Akhur tahun 2014 lalu Indonesia telah memasuki era baru internet cepat dengan diimplementasikannya teknologi selular generasi ke-empat (4G) atau biasa disebut juga sebagai Long Term Evolution (LTE). Menurut Jerry Soper, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, LTE akan menjadi teknologi dominan di Indonesia pada 2023.

“LTE akan mencakup sekitar 80 persen dari total langganan di Indonesia pada tahun 2023, dibandingkan dengan 20 persen langganan LTE pada tahun 2017,” ungkapnya.

Sementara itu, Studi Ericsson Consumer Lab “Towards a 5G consumer future; Six Calls to Action from consumers for operators to rethink mobile broadband”, telah merilis wawasan khusus tentang pendapat konsumen di Indonesia tentang 5G.

Bertolak belakang dengan keyakinan bahwa konsumen tidak tertarik dengan layanan 5G, 84 persen pengguna smartphone di Indonesia justru tertarik dengan layanan 5G, dan 54 persen di antara mereka bahkan bersedia membayar untuk itu.

66 persen pengguna ponsel pintar di Indonesia menyatakan bahwa mereka akan mengadopsi 5G dalam waktu dua tahun sejak peluncurannya dan memperkirakan sebagian besar layanan 5G akan menjadi arus utama (mainstream) dalam tiga sampai empat tahun setelah peluncuran.

Kemudian, 64 persen pengguna ponsel pintar di Indonesia mengharapkan mereka tidak perlu lagi membayar untuk setiap gigabyte yang dikonsumsi di masa depan 5G. Sebaliknya, mereka lebih suka membayar biaya tunggal untuk layanan 5G atau untuk setiap perangkat yang terhubung di jaringan.

“Ada prospek pendapatan yang signifikan bagi operator Indonesia melalui penyebaran 5G. Untuk Indonesia, pada tahun 2026, akan ada peluang tambahan pendapatan sebesar USD6 miliar (30 persen) bagi operator telekomunikasi yang menangani digitalisasi industri dengan teknologi 5G. Peluang terbesar untuk pendapatan operator terkait 5G adalah di sektor manufaktur, energi, dan utilitas,” imbuh Jerry Soper.

Baca juga: Ericsson Bangun Laboratorium Inovasi 5G

Sesuai dengan Ericsson Mobility Report edisi Juni 2018, terdapat penambahan 98 juta langganan baru di kuartal pertama 2018, dengan China (+53 juta), India (+16 juta), Indonesia (+6 juta), Nigeria (+3 juta) dan Bangladesh (+2 juta) memimpin sebagai yang teratas.

Ericsson Mobility Report juga menyajikan artikel tentang kinerja jaringan di mata pelanggan, manufaktur pintaar (smart manufacturing), kecerdasan mesin (machine intelligence) dalam manajemen jaringan, dan pentingnya mengamankan spektrum yang tepat untuk 5G.

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional