Monthly Archives: July 2018

Gandeng Dana, Tix Gelar Program #TIXCOPTER

Jakarta, Selular.ID – Aplikasi layanan hiburan, Tix ID, bersama Dana, menghadirkan program kompetisi seru bagi penggunanya bertajuk #TIXCOPTER.

Cara berpartisipasinya, pengguna Tix ID cukup berfoto ala Mission Impossible kemudian posting di akun media sosial masing-masing mulai 16 hingga 23 Juli 2018.

Dua belas pemenang dengan foto paling menarik akan mendapatkan pergi ke bioskop untuk menonton film blockbuster Mission: Impossible Fallout bersama selebriti pilihan dengan mengendarai helikopter.

Baca Juga:  Bukan BBM Pay, Dompet Elektronik di BBM Bernama Dana

Empat selebriti yang akan menemani para pemenang #TIXCOPTER adalah Raditya Dika, Awkarin, Ria Ricis, dan Kemal Palevi.

“Program #TIXCOPTER akan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi penggunanya. Ke depannya, keseruan semacam #TIXCOPER akan rutin kami adakan bersamaan dengan pemutaran film-film blockbuster yang tayang di Indonesia. Kami memberikan voucher sebanyak dua kali untuk setiap pengguna selama masa promosi hingga akhir September 2018,” ujar Sean Kim, Direktur TIX ID melalui keterangan resminya.

Baca Juga:  Dana Dukung Seruan Pemerintah Soal Perlindungan Data

“Pengalaman-pengalaman yang menyenangkan dan mengesankan seperti yang tersaji melalui program #TIXCOPER sangat positif dalam mendorong masyarakat kian antusias memanfaatkan platform digital seperti Dana dan TIX ID untuk memenuhi gaya hidup sehari-hari secara mudah dan efisien,” tutup Timothius Martin, Marketing Director Dana.

hobijudi.com situs judi bola online resmi terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional, melayani daftar sbobet indonesia di idhoki.com

Instagram Memiliki 95 Juta Akun Palsu

Jakarta,Selular.ID-Sebagai media sosial berbagi foto dan video instagram memang memiliki banyak pengguna. Dalam laporan riset Ghost Data disebutkan bahwa pengguna Instagram kini mencapai satu miliar akun.

Tetapi dari laporan tersebut diketahui bahwa 95 juta adalah akun palsu. Dilaporkan Mobile Marketer, lembaga riset ini menemukan bahwa akun palsu cenderung mengikuti banyak akun Instagram populer, tetapi mengunggah foto yang didapatkan dari situs web lain.

Dalam laporan dikatakan, akun-akun palsu tetap merajalela di media sosial. Masalahnya, para pengiklan membayar jasa selebgram berdasarkan jumlah follower yang dimiliki.

Baca Juga:  Akun Bisnis di Instagram Capai 25 Juta Pengguna

Namun yang perlu dikhawatirkan adalah
95 juta akun palsu itu bisa saja disalahgunakan untuk menebar hoaks dan berita palsu, hate speech, dan propaganda politik.

Ghost Data mengestimasikan, persentase pengguna Instagram yang sifatnya bot atau palsu meningkat 9.5 persen tahun ini, sedangkan pada 2015 sebanyak 7,9 persen dari total akun.

Pelu diketahui, akun palsu di Instagram, sebagaimana marak ditemukan, biasanya berisikan konten-konten aneh, termasuk di dalamnya konten porno. Adapula akun-akun yang menawarkan jasa menambah follower.

Baca Juga:  Menguak Iklan di Instagram

Instagram pun merasa jengah dengan akun palsu ini dan dilaporkan mulai memberantas akun palsu. dimulai dengan menutup layanan Instagress tahun lalu.

Instagress cukup populer di kalangan pengguna. Dengan membayar USD 10 atau sekitar Rp 130 ribu perbulan, pengguna bisa mendapatkan follower dalam bentuk bot.

Biasanya jasa ini diminati oleh pengguna Instagram yang ingin menambah follower dalam waktu yang singkat. Dengan jumlah follower yang banyak, maka ini akan menguntungkan mereka yang memanfaatkan Instagram sebagai akun untuk berjualan.

Baca Juga:  Instagram Akan Hadirkan Repost ke Stories

Informasi penutupan ini disampaikan langsung oleh pengumuman di situs Instagress saat itu.Akun palsu sendiri tidak akan hilang begitu saja dan akan tetap terus bermunculan. Walau begitu, Instargam tetap mengawasi dan siap memberangus kapan saja.

sbobet indonesia bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Grab dan NUS Kembangkan Laboratorium AI

Jakarta, Selular.ID – Grab dan National University of Singapore (NUS) meluncurkan laboratorium Artificial Intelligence (AI) guna mengembangkan solusi-solusi untuk mentransformasikan transportasi di perkotaan serta mempersiapkan jalan bagi kota-kota yang lebih pintar (smarter cities) di Asia Tenggara.

Grab-NUS AI Lab, yang telah dibangun dengan investasi gabungan awal senilai 6 juta dolar Singapura, merupakan laboratorium Al pertama untuk Grab dan laboratorium Al pertama bagi NUS yang bekerja sama dengan mitra komersil.

Berlokasi di NUS Institute of Data Science, Al Grab-NUS Lab akan memanfaatkan data dari platform Grab untuk menyelesaikan tantangan nyata yang kompleks di Asia Tenggara.

Dengan lebih dari dua miliar perjalanan, kumpulan data Grab yang luas yang memberikan wawasan lebih mendalam tentang pergerakan kota-kota di Asia Tenggara saat ini.

Dengan menggabungkan data dan keahlian riset NUS dalam bidang Artificial Intelligence, dua mitra tersebut dapat memetakan pola lalu lintas dan mengidentifikasi cara untuk meningkatkan mobilitas dan tingkat kenyamanan di perkotaan di Asia Tenggara secara langsung.

Baca Juga:  80% Fake Booking Teratasi Berkat Teknologi Machine Learning Grab

Anthony Tan, Co-Founder dan CEO, Grab mengungkapkan, data dari platform Grab dapat memetakan pola lalu lintas dan evolusi dalam mobilitas di perkotaan di Asia Tenggara.

Misalnya, data Grab menunjukkan bahwa waktu perjalanan dari Jalan Mangga Besar ke Tanah Abang dapat dipersingkat secara drastis. Jika rute ini lebih cocok ditempuh oleh transportasi bersama seperti bus, kereta dan GrabShuttle, kami dapat mengurangi waktu perjalanan saat jam sibuk sebesar 25% atau dari 60 menit menjadi 45 menit.

“Saya menantikan untuk bekerja sama dengan pemerintah guna mengubah data dari Grab-NUS AI Lab menjadi solusi yang bermanfaat,” jelas Tan.

Grab-NUS AI Lab akan berfokus untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan transportasi pada platform Grab di kota-kota Asia Tenggara terlebih dahulu dan akan diperluas ke penelitian terhadap tantangan-tantangan yang lebih besar yang dihadapi kota-kota di Asia Tenggara, seperti kemacetan dan kelayakan hidup di perkotaan.

Para peneliti di Grab-NUS AI Lab akan menciptakan platform AI yang kuat untuk machine learning berskala besar dan analisis visual yang dapat mengembangkan aplikasi baru dari kumpulan data yang dimiliki Grab.

Baca Juga:  Kemitraan Dengan PayTren Harapkan Percepat Ekspansi Bisnis Grab di seluruh Indonesia

Laboratorium ini memungkinkan Grab untuk memahami dan mengantisipasi kebutuhan para pelanggan dan mitra.

“Grab memiliki misi besar untuk mengatasi tantangan paling kompleks di Asia Tenggara, khususnya kemacetan yang melumpuhkan banyak kota. Kami telah menempuh perjalanan yang panjang dan saat ini sedang berusaha meningkatkan taraf hidup mitra kami kedalaman data yang kami miliki dari jutaan rute, perjalanan, dan lokasi. Laboratorium AI akan memanfaatkan kekuatan data Grab dan machine learning dengan penelitian dan bakat dari institusi terkemuka di dunia, untuk menjadi alat berharga bagi pemerintah yang sedang mengimplementasikan transportasi yang lebih pintar di kota-kota di Asia Tenggara” kata Anthony.

Semwntara itu, Tan Eng Chye NUS President Professor mengatakan, Grab-NUS AI Lab merupakan upaya kolaborasi besar dimana para peneliti NUS akan bekerja sama dengan para data scientist Grab untuk menciptakan inovasi AI yang unik berdasarkan pengetahuan yang relevan dengan Asia dan juga dunia.

Baca Juga:  Grab Kenalkan Layanan Transportasi Bagi Penyandang Disabilitas

Ini juga merupakan kesempatan besar bagi para peneliti dan pelajar dalam menciptakan dampak yang nyata melalui penelitian kami mengenai data ilmiah dan AI.

Seiring dengan berjalannya waktu, kami berharap dapat membangun sebuah rencana yang baik untuk para data scientist dan peneliti AI yang terlatih dan berpengalaman guna berkontribusi bagi Singapura dan negara-negara lainnya.

Laboratorium AI juga akan berkontribusi bagi pengembangan bakat AI lokal melalui pelatihan terhadap mahasiswa PhD yang akan belajar di NUS.

Didukung dengan Economic Development Board (EDB) Singapura, program pelatihan PhD memberikan kesempatan bagi pada mahasiswa untuk tidak hanya melatih kemampuan yang relevan, tetapi juga menggunakannya untuk menghadapi tantangan nyata melalui platform Grab.

Grab-NUS AI Lab berlokasi di bangunan inovasi 4.0 yang terletak pada kampus NUS Kent Ridge dan akan menjadi rumah bagi para 28 peneliti yang terlibat dalam beragam proyek AI.

sbobet indonesia bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Perilaku Belanja Aplikasi Pengguna iOS Vs Android

Jakarta, Selular.ID – Pemilik iPhone menghabiskan uang lebih banyak untuk aplikasi dibandingkan pengguna Android bukanlah fakta baru. Survei terkini yang dilakukan Creative Strategies mengungkapkan perbedaan keduanya secara lebih rinci.

Survei mengumpulkan pendapat dari 800 responden. Pertanyaan yang diajukan mengikuti proses alami yang dilalui pengguna ketika memasuki toko aplikasi dan mulai dengan seberapa sering mereka membuka toko aplikasi di smartphone mereka.

Di antara pengguna iOS, 20% mengatakan mereka memeriksa App Store setiap hari dan 32% melakukannya setiap minggu, sementara hanya 9% pengguna Android mengunjungi Play Store setiap hari dan 21% setiap minggu.

Satu alas an yang mungkin bisa menjelaskan perbedaan itu bahwa semua iPhone dirilis dengan komponen high-end dan bisa menjalankan aplikasi dengan cara yang sama. Sementara itu, banyak smartphone Android berada di segmen low-budget dan pengguna tidak bisa memanfaatkan keragaman aplikasi sepenuhnya, jadi mereka cenderung tidak sering mengunjungi Play Store.

Setiap kali seseorang mencari aplikasi, hanya sekitar 17% pengguna di kedua platform yang mengandalkan fungsi pencarian terintegrasi sebagai alat utama untuk menemukan aplikasi yang dimaksud.

Ketika menggunakannya, sekitar sepertiga pengguna menemukan apa yang mereka cari, tetapi kebanyakan dari mereka mengakui bahwa menggunakan mesin pencari internet memberikan hasil yang lebih baik. Jadi tidak heran jika Google menggunakan AI untuk memberikan rekomendasi aplikasi pribadi kepada pengguna.

Sekarang pengguna telah menemukan apa yang mereka cari, tiba waktunya untuk memutuskan apakah akan mengunduhnya atau apakah harganya sepadan. Ada beberapa perbedaan antara bagaimana orang memilih aplikasi apa yang akan dipasang.

Untuk pengguna Android, faktor yang paling penting, pada 44%, adalah ulasan, sementara 38% pengguna iOS mengatakan fitur menjadi alasan utama.

Untuk aplikasi berbayar, kedua kelompok setuju kalau harga adalah faktor yang paling penting. Sebagian besar pengguna memiliki batas harga tertentu untuk membeli aplikasi berbayar, meski fitur dan ulasannya sangat baik, tidak akan mempengaruhi mereka untuk membeli yang lebih mahal.

Pembelian dalam aplikasi tampaknya bukan masalah besar karena 56% responden iOS dan 64% panelis Android mengatakan mereka diberitahu dengan jelas tentang hal itu.

Pengguna dari kedua sistem operasi sebagian besar (54% iOS dan 47% Android) lebih memilih satu kali pembayaran daripada berlangganan.

38% dari panelis Android membayar untuk kemewahan karena tidak melihat iklan dalam aplikasi, 8% lebih sedikit daripada responden iOS.

Perbedaan terbesar ketika berbicara aplikasi berbayar adalah berapa banyak jumlahnya. Hampir setengah (45%) dari pemilik iPhone yang ditanyai mengatakan mereka memiliki 5 atau lebih aplikasi berbayar atau berlangganan, sedangkan untuk pemilik Android jumlah itu hanya 19%.

Hasil ini tidak mengherankan mengingat iPhone adalah perangkat mahal. Hal ini juga yang membuat pengguna iPhone jarang beralih ke Android karena mereka telah berinvestasi banyak ke ekosistem Apple.

sbobet indonesia bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Instagram Stories Uji Coba Tombol Reactions

Jakarta,Selular.ID – Instagram dikabarkan sedang menguji coba beberapa fitur terbaru yaitu  fitur slow-motion, tombol mute, dan Instagram Stories Archive.

Tidak hanya itu, kabar terbaru Instagram pun sedang menguji tombol Reactions, tombol ini bertujuan memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk merespons unggahan dengan emoji, sehingga lebih seru daripada like.

Tombol ini telah terpasang di jejaring sosial Facebook sejak dua tahun lalu. Kini seperti dilaporkan Digital Trends tombol Reactions sedang diuji coba ke Instagram Stories.

Baca Juga:  Fantastik! Ini Perolehan Pengguna Instagram Stories Selama 2 bulan

Tombol Reactions ini tersedia untuk aplikasi Instagram v54.0.0.14.82. Kini masih dalam tahap pengujian.

Tombol Reactions pada Instagram Stories berada di sisi bawah layar sebelah kiri, berdampingan dengan kolom write a message

Tombol Reactions di Instagram Stories terdiri dari tepuk tangan (applause), menangis-tertawa (cry-laughing), mata bentuk hati (heart eyes), wajah dengan mulut terbuka (face with open mouth), menangis (crying), dan api (fire).

Baca Juga:  Instagram Kini Bisa Berbagi Hingga 10 Foto & Video di Satu Postingan

Meskipun sudah sampai ke tahap pengujian, namun tombol Reactions belum jelas kapan bakal meluncur resmi ke publik.

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Gandeng Kemendikbud, Platfrorm Pendidikan Digital Extramarks Indonesia Resmi Diluncurkan

Tim Extramarks Indonesia bersama Kemedikbud, Advan dan para partner (Donnie Pratama Putra/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Platform pendidikan digital, Extramarks Indonesia resmi diluncurkan. Extramarks Indonesia memiliki misi untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia melalui ranah digital.

Platform ini menghadirkan solusi belajar digital yang telah disesuaikan dengan karakter siswa.

“Metode yang kami gunakan ada tiga yakni Learn, Practice dan Test. Metode ini mampu untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dan menyenangkan. Ini juga kami lakukan untuk memajukan dunia pendidikan,” tutur Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Indonesia kepada Selular.ID disela peluncuran Solusi Belajar Digital 3600 Extramarks Indonesia di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Solusi Belajar Digital 3600 yang ditawarkan Extramarks Indonesia ini berbasis education techonology di mana semua proses belajar mengajar sudah terintegrasi satu sama lain.

Baik dari siswa, guru, sekolah, orang tua dan stake holder lainnya. Untuk sekolah, aplikasi yang diperkenalkan dalam Ekosistem tersebut mencakup Sistem Manajemen Sekolah, Sistem Manajemen Pembelajaran, dan Solusi Pembelajaran Digital untuk digunakan di ruang kelas.

Baca Juga:  Advan Berani Melawan Arus Persaingan Smartphone

Sekolah akan terhubung ke aplikasi yang dapat digunakan oleh orang tua. Para orang tua dapat melacak, memantau dan mengevaluasi perkembangan anak-anaknya hanya melalui aplikasi Extramarks Indonesia.

Kemudian informasi dari sekolah tersebut dapat diterima oleh orang tua dalam bentuk informasi, notifikasi dan hasil harian.

Bagi siswa, aplikasi ini dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Semua solusi yang ditawarkan tersebut dapat diakses oleh siswa melalui komputer atau tablet masing-masing yang sudah dilengkapi dengan Extramarks Learning Solutions.

Konten pembelajaran yang terdapat dalam Extramarks Learning Solution berbasis digital dan menyesuaikan dengan karakter para siswa yakni V.A.K atau visual, audio dan kinesthetic.

Baca Juga:  Gandeng Top Ponsel, Advan Buka Experience Shop Multi Brand

Setiap elemen dalam konten pembelajaran tersebut dilengkapi dengan teks, gambar ataupun video. Para pelajar dapat menyentuh, memperbesar atau memutar konten tersebut.

Untuk mendapatkan informasi lengkap tentang elemen tertentu, siswa dapat memperolehnya hanya dengan mengkliknya.

Konten yang digunakan juga sudah disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia.

“Dunia pendidikan saat ini sudah memasuki era digital. Ujian Nasional nya pun sudah berbasis komputer (UNBK) tidak lagi menggunakan kertas seperti dulu. Kami juga menyertakan soal UNBK dari tahun sebelumnya untuk melatih siswa menghadapi ujian Nasional,” jelas Uffie.

Uffie mengatakan bahwa saat ini Extramarks Indonesia hanya bisa diakses melalui website.

“Untuk aplikasi berbasis Android dan iOS sedang dalam tahap penyelesaian. Bulan depan aplikasi Extramarks Indonesia sudah bisa di download di Play Store dan App Store,” tandas Uffie.

Baca Juga:  Siapa Peduli Brand Smartphone Lokal?

Demi memajukan pendidikan Nasional, Extramarks Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud).

Extramarks juga bekerjasama dengan Advan untuk perangkat yang digunakan.

“Kita bekerjasama dengan Kemendikbud untuk menyesuaikan kurikulum yang berlaku dengan metode yang kami sajikan. Untuk materi dan buku, kami bekerjasama dengan perpustakaan Kemendikbud. Sedangkan untuk teknologinya, kita bekerjasama dengan Pustekom Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom),” tegas Uffie.

Extramarks Indonesia juga bekerjasama dengan 8 sekolah Al-Azhar Syifa Budi yang tersebar di wilayah Jakarta, Cibubur, Bandung dan Bogor.

Selain itu, Extramarks Indonesia juga membangun kerjasama dengan Bank Mandiri dan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Gojek Bagi-bagi Duit dan Mini Cooper, Ini Caranya

Jakarta, Selular.ID – Gojek menghadirkan program undian khusus bagi pengguna setia dalam Go-Points Go Lucky: Edisi Miliarder. Hanya dengan menukarkan 250 poin dengan voucher undian, pengguna Gojek berkesempatan untuk memenangkan total hadiah miliaran rupiah.

Hadiah utama pada program undian kali ini adalah sebesar Rp1 Miliar bagi 1 orang pemenang yang beruntung.

Selain itu ada juga hadiah uang sebesar Rp250 juta dan Rp125 juta masing-masing untuk 1 orang pemenang, uang sebesar Rp32 juta untuk 3 orang pemenang, uang sebesar Rp16 juta untuk 6 orang pemenang.

Baca Juga:  Keluhan Driver Gojek Yang Kini Sulit Mendapat Bonus

Kemudian ada voucher Go-Pay senilai Rp1 juta untuk 30 orang pemenang, voucher Go-Pay sebesar Rp500 ribu untuk 60 orang pemenang, voucher Go-Pay sebesar Rp250 ribu untuk 90 orang pemenang, dan voucher Go-Pay sebesar Rp125 ribu untuk 180 orang pemenang.

Program undian ini akan berlangsung selama 6 minggu, mulai dari tanggal 15 Juli hingga 31 Agustus 2018 dan terbuka untuk seluruh pengguna Gojek. Dengan menukarkan semakin banyak poin, semakin besar kesempatan pengguna untuk memenangkan hadiah.

Baca Juga:  Tahun 2016, Berapa Kali Anda Pesan Transportasi Online?

Sebelumnya, program Go-Points Go Lucky juga menawarkan kesempatan memenangkan liburan ke berbagai tujuan wisata baik dalam maupun luar negeri serta 1 unit mobil mewah Mini Cooper.

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Google Rilis Desain Baru Chrome Versi Desktop

Jakarta, Selular.ID – Google menghadirkan desain baru untuk Chrome versi desktop. Berdasarkan Google Material Theme, desainnya mirip dengan Android P beta dan desain terbaru Gmail untuk desktop. Dikutip GSMArena, versi baru dari UI ini memiliki desain tab bar baru, Omnibox baru dan lokasi baru untuk tombol profil.

Tab bar menampilkan perubahan paling luas. Single tab terlihat jauh berbeda dengan sebelumnya. Bentuk single tab menyatu dengan bilah tab. Ketika Anda membuka lebih dari satu tab, Anda mendapatkan bentuk tab yang khas dari masing-masing tab.

Baca juga : Fitur Keamanan Google Chrome Baru Lebih Banyak Makan Memori

Bentuk tab sekarang lebih bulat nyaris terlihat seperti desain Mozilla Firefox terbaru. Di bawah bilah tab terdapat Omnibox baru dengan desain yang juga bulat. Saat Anda mengetik, Anda mendapatkan tampilan window baru yang berasal dari Omnibox.

Tombol profil sekarang berada di pojok kanan atas, tepat di sebelah Omnibox. Tombol profil ini menyajikan informasi seputar biodata pengguna.

Chrome versi baru ini tersaji dalam vesi beta dan masih dalam tahap pengembangan oleh Canary. Jika Anda ingin mendownloadnya bisa saja. Namun, masih belum stabil ketika menjalankannya. Chrome versi baru ini dapat diinstal secara terpisah.

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Studi: Smartphone dengan Tingkat Kegagagalan Tertinggi

Jakarta, Selular.ID – Studi menunjukkan smartphone Samsung memiliki tingkat kegagalan tertinggi selama Q1 2018. Laporan terbaru “State of Mobile Device Repair & Security” (Perbaikan & Keamanan Perangkat Seluler) yang diterbitkan oleh perusahaan keamanan data Blancco itu mencakup kuartal pertama tahun ini.

Menurut perusahaan riset, dari Januari hingga April, ponsel Samsung memiliki tingkat kegagalan tertinggi di antara produsen yang dilacak pada angka 27,4%.

Baca juga: Laporan: Target Pengiriman Smartphone Samsung Akan Meleset

Apple iPhone 6 memiliki tingkat kerusakan tertinggi di antara perangkat iOS pada 22%, diikuti oleh tingkat kegagalan 16% untuk Apple iPhone 6s.

Secara keseluruhan, 15,2% perangkat iOS gagal selama kuartal pertama 2018 dibandingkan dengan 18,9% model Android.

Laporan soal iPhone 6/6s memiliki tingkat kegagalan dua digit mungkin tidak mengejutkan. Pada tahun 2016, layar sentuh pada sejumlah unit iPhone 6 dan iPhone 6s berhenti berfungsi, dan bilah abu-abu horizontal muncul yang dijuluki “Touch Disease.”

Apple juga mulai membatasi kecepatan pemrosesan Apple iPhone 6, iPhone 6 Plus, iPhone 6s, iPhone 6s Plus, iPhone 7, dan iPhone 7 Plus tahun lalu.

Baca juga: Penjualan Samsung Terus Mengalami Penurunan

Sementara Samsung menduduki puncak semua produsen selama Q1 dengan tingkat kegagalan 27,4%. Xiaomi adalah pabrikan berikutnya di antara vendor Android dengan tingkat 14,2%. Motorola ketiga setelah 9,6% dari perangkatnya gagal di Q1.

Data tersebut dikompilasi oleh Blancco menggunakan perangkat iOS dan Android yang diserahkan kepada Blancco dari operator dan pengecer untuk “testing and erasure” (menguji dan menghapus).

Informasi itu menemukan sebanyak 74,3% perangkat iOS menjalankan iOS 11, sementara 52% ponsel Android diberdayakan oleh Android Nougat.

Masalah kinerja terbesar untuk perangkat iOS, menurut laporan itu, adalah konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi. Yang diikuti oleh masalah menggunakan headset (seperti tidak adanya jack 3.5mm) dan data seluler.

Baca juga: Apple Terperosok 24 Peringkat di Reputasi Tahunan

Masalah Android termasuk masalah dengan kinerja keseluruhan handset, dan masalah dengan kamera, mikrofon, dan pengisian baterai, menyiratkan sebanyak 34% ponsel Android mengalami masalah dengan kinerja selama kuartal pertama 2018 dibandingkan dengan 10% selama kuartal yang sama tahun 2017.

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Rasis, Ini Alasan Pencekalan ZTE di AS

Jakarta, Selular.ID – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) resmi mencabut larangan terhadap pasokan barang ZTE kepada perusahaan AS. Dengan begitu, ZTE kembali bisa melanjutkan bisnis di Amerika Serikat. Seperti kita ketahui, beberapa waktu lalu, ZTE tersandung kasus perdagangan ilegal yang mewajibkan ZTE membayar denda.

Dikutip dari berbagai sumber, pencabutan larangan ini setelah ZTE membayar denda sebesar USD 400 juta atau senilai Rp 5,7 triliun di rekening bank escrow bulan lalu. Pembayaran tersebut termasuk penalti yang dibayar ZTE sebesar Rp 14 Triliun pada Lembaga Keuangan AS bulan Juni lalu.

“Departemen perdagangan AS terus memantau segala aktivitas ZTE guna memastikan kepatuhan terhadap semua undang-undang dan peraturan AS,” ujar Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross seperti dilansir Reuters.

Baca juga : Saham ZTE Naik Usai Bayar Denda ke AS

Menurut Ross, persyaratan ini akan memungkinkan departemen untuk melindungi keamanan nasional AS.

Namun pencabutan larangan ini menuai pro dan kontra di AS. Senator Marco Rubio, mengkritik pencabutan larangan tersebut.

“ZTE seharusnya tidak boleh lagi beroperasi di AS. Ini dikarenakan pemerintah China dan Partai Komunis memata-matai dan mencuri data pemerintah AS melalui ZTE dan perusahaan China lainnya yang beroperasi di China,” ujar Rubio dalam sebuah pernyataan.

Baca juga : Pasca Pemulihan Bisnis di AS, ZTE Kejar Pinjaman USD11 Miliar

Pernyataan Rubio tersebut menunjukan bahwa ada unsur rasis antara pemerintah AS dengan negara China. Selama ini China dinilai AS sebagai ancaman yang membahayakan AS dari segi keamanan dan sebagainya. Perusahaan China yang beroperasi di AS seperti ZTE dianggap memata-matai dan mencuri segala data pemerintah AS.

Alasan inilah yang membuat produk ZTE diboikot di AS. Tidak lagi masalah perdagangan ilegal, namun ada unsur rasis disini. Sehingga kasus ZTE berjalan panjang dan tak kunjung selesai. Meskipun ZTE sudah membayar denda kepada lembaga perdagangan AS dan Presiden AS, Donald Trump sudah mengijinkan ZTE beroperasi kembali di AS, tetap saja penolakan terjadi di kubu pemerintah AS.

Baca juga : Donald Trump Izinkan ZTE Beroperasi Kembali di AS

Senat AS telah berkordinasi dengan Presiden Trump mengenai masalah ini bulan lalu, ketika meloloskan RUU kebijakan pertahanan tahunan. Isi RUU tersebut memperbolehkan ZTE kembali beroperasi karena dinilai tidak membahayakan pemerintah AS. Namun hingga kini RUU tersebut masih belum disahkan.

Reuters melaporkan bahwa ZTE telah menandatangani perjanjian dan memenuhi persyaratan dari Departemen Perdagangan AS. Pemerintah AS juga mengenakan tarif sebesar 10% dari total pasokan barang ZTE di AS senilai USD 200 Miliar. Jika ZTE melanggar segala aturan dan larangan perdagangan yang berlaku di AS, maka pemerintah AS akan melarang ZTE beroperasi di AS selama 7 tahun.

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional